Minggu, 18 Oktober 2015

Tentang Bau

 
Kemarin, sorang teman bertanya
Apa yang bisa, dengan terserempak, membuatmu rindu?
Banyak hal. Benar Kau ingin mendengarnya?
Jangan semua, sebutkan saja satu!

Ah, sudah jelas. Bau parfum!

Aku bisa menjumpai sebuah kehadiran
Merasa diri berhadap-hadapan
Malah, sesekali merasa jatuh dalam pelukan
Padal, diri ini hanya berpapasan
Baunya bisa muncul dimana saja; ruang kelas, taman, dan jalanan

Kau tak percaya?

Akan kuceritakan,
Bagaimana aku tersiksa
Sepanjang hari tak enak badan
Hanya karena tak berani mencium baunya
                        *
Hari sabtu, kau mengajakku berkencan
Katamu, jam 7 tepat, di sudut taman
Selepas sembahyang, aku bersiap
Hari itu aku kenakan pakaian terbaikku, yang biru gelap

Aku bertanya, mengapa baumu aneh?
Aku ingat, sisi muka kiri-kananmu merona-merah
Aku dengar suaramu lirih, menjawab:
“Parfumku habis, Aku ambil obat nyamuk berbau lavender,
Kusemprotkan ke seluruh badan!”
Sialan! Hahaha

Malam itu kita terus berbincang
Berkisah tentang hal apa saja... dan: bergunjing
Taman mulai sepi, sudah memasuki dini hari
Kau mengecupku dua kali, tepat di dahiku
                        *
Kini, setiap kali aku mencium bau minyak Lavendula latifolia,
Aku bisa merasakan kehadiran seseorang
Selalu, tidak bisa tidak

Kebetulan, musim penghujan tiba
Musim kawinnya para nyamuk!
Aku membeli obat nyamuk bau lavender dengan senang!

Tak peduli ada nyamuk atau tidak
Seluruh ruang kusemprot, semua-muanya
Beranda, pawon, dan bilik-bilik kamar
Kuhirup dalam-dalam, dari satu ruang ke yang lainnya
Begitu terus setiap hari, dengan penuh khidmat

Belakangan hujan turun rapat-lebat
Menggenang di sini-sana
Aku melihatmu dalam satu payung
Bergandengan
Bukan bersamaku

Aku membuang semua lavender
Ibu marah
Aku tak sedih
Kamarku berantakan
Nyamuk-nyamuk tumbuh banyak
Larva-larva menetas, bertambah besar

Siang hari, yang keluar justru keringat dingin
Suhu tubuh tak menentu
Jangan Kau tanya apa aku tidak pusing
Tentu iya!
Apa Kau kira aku merindumu?Mencemburuimu?
Tidak!
Cukup belikan obat malaria

Panggungharjo, 18 Oktober 2015

1 komentar: