Kemarin, sorang teman bertanya
Apa yang bisa, dengan terserempak, membuatmu rindu?
Banyak hal. Benar Kau ingin mendengarnya?
Jangan semua, sebutkan saja satu!
Ah,
sudah jelas. Bau parfum!
Aku
bisa menjumpai sebuah kehadiran
Merasa
diri berhadap-hadapan
Malah,
sesekali merasa jatuh dalam pelukan
Padal,
diri ini hanya berpapasan
Baunya
bisa muncul dimana saja; ruang kelas, taman, dan jalanan
Kau
tak percaya?
Akan
kuceritakan,
Bagaimana
aku tersiksa
Sepanjang
hari tak enak badan
Hanya
karena tak berani mencium baunya
Hari
sabtu, kau mengajakku berkencan
Katamu,
jam 7 tepat, di sudut taman
Selepas
sembahyang, aku bersiap
Hari
itu aku kenakan pakaian terbaikku, yang biru gelap
Aku
bertanya, mengapa baumu aneh?
Aku
ingat, sisi muka kiri-kananmu merona-merah
Aku
dengar suaramu lirih, menjawab:
“Parfumku
habis, Aku ambil obat nyamuk berbau lavender,
Kusemprotkan
ke seluruh badan!”
Sialan!
Hahaha
Malam
itu kita terus berbincang
Berkisah
tentang hal apa saja... dan: bergunjing
Taman
mulai sepi, sudah memasuki dini hari
Kau
mengecupku dua kali, tepat di dahiku
*
Kini,
setiap kali aku mencium bau minyak Lavendula latifolia,
Aku
bisa merasakan kehadiran seseorang
Selalu,
tidak bisa tidak
Kebetulan,
musim penghujan tiba
Musim
kawinnya para nyamuk!
Aku
membeli obat nyamuk bau lavender dengan senang!
Tak
peduli ada nyamuk atau tidak
Seluruh
ruang kusemprot, semua-muanya
Beranda,
pawon, dan bilik-bilik kamar
Kuhirup
dalam-dalam, dari satu ruang ke yang lainnya
Begitu
terus setiap hari, dengan penuh khidmat
Belakangan
hujan turun rapat-lebat
Menggenang
di sini-sana
Aku
melihatmu dalam satu payung
Bergandengan
Bukan
bersamaku
Aku
membuang semua lavender
Ibu
marah
Aku
tak sedih
Kamarku
berantakan
Nyamuk-nyamuk
tumbuh banyak
Larva-larva
menetas, bertambah besar
Siang
hari, yang keluar justru keringat dingin
Suhu
tubuh tak menentu
Jangan
Kau tanya apa aku tidak pusing
Tentu
iya!
Apa
Kau kira aku merindumu?Mencemburuimu?
Tidak!
Cukup
belikan obat malaria
Panggungharjo, 18 Oktober 2015
lho kok rumah kaca-nya ada 2 ?
BalasHapus